"welcome to my blog"

semoga kamu mendapatkan apa saja yang kamu butuhkan

Sabtu, 06 November 2010

verterbrata (biologi)

A. VERTERBRATA
1.      Agnatha
Kelas agnatha berbentuk seperti ikan, namun tidak bersisik. Hewan ini  tidak memiliki rahang (ghanatos). Rangkanya terdiri dari atas tulang rawan.Celah insangnya berjumlah liama atau lebih. Jantungnya mempunyai dua ruang, yaitu satu serambi dan satu bilik. Siripnya tidak berpasangan. Kebanyakan parasit pada hewan lain. Contoh spesies hewan ini adalah ikan lamprey atau Petromyzon dan ikan hag atau Polistotrema.
2.      Chondrichthyes
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.
     
                                                     Gambar 1.1
3.      Osteichthyes
Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.
                                               Gambar 1.2
4.      Amphibia
Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
             Gambar 1.3
5.      Reptilia
Kelompok hewan melata (reptil) adalah binatang bertulang belakang berkulit berkulit kering, bersisik, dan bernapas dengan paru-paru. Hewan melata termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
Kura-kura dan penyu mempunyai tubuh yang lebar dan dibungkus oleh kulit cangkang yang tersusun dari zat tanduk yang keras dan kasar. Kulit bagian atas berbentuk cembung dan bundar disebut karapaks dan kulit bagian bawah datar disebut plastron yang berfungsi menyokong dan melindungi tubuh kura-kura.
                   Gambar 1.4
Kadal mempunyai tubuh panjang dan langsing yang meruncing ke belakang dan berakhir berupa ekor. Leher kadal panjang, pada badannya terdapat empat kaki dengan lima jari pada masing-masing kaki. Kadal adalah hewan yang sangat tangkas, dapat lari dan merayap dengan cepat. Ekor kadal yang panjang bisa membantu pergerakannya. Beberapa jenis memutuskan ekornya bila dalam keadaan bahaya. Ekornya yang diputus akan bergerak-gerak dan menarik perhatian musuh sehingga kadal dapat lari dan selamat dari bahaya.
Ular mempunyai tubuh yang panjang tanpa kaki, seluruh tubuhnya ditutupi sisik yang tumpang tindih, berfungsi untuk meluncur di atas tanah. Ular mempunyai lidah bercabang dua yang sering dijulurkan ke luar mulutnya, lidah ini berfungsi sebagai alat pembau yang membantu organ perasa yang terletak di dalam mulutnya. Mata ular selalu terbuka karena tidak mempunyai kelopak tetapi ditutupi oleh suatu lapisan bening.
Buaya mempunyai tubuh yang panjang, berkulit tebal, berkaki pendek, dan ekor panjang yang kuat, biasanya lebih panjang dibanding badannya. Buaya mempunyai moncong yang panjang dilengkapi gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa. Gigi buaya berjumlah 30 – 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak tersambung ketika mulutnya tertutup. Dan gigi keempat  pada kedua rahangnya tampak menonjol ketika mulutnya tertutup.
Tuatara adalah satu-satunya sisa keturunan hewan melata purba yang hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Pertumbuhan dan perkembangan tuatara sangat lambat. Panjang tubuhnya berkisar 46 – 24 cm. Pertumbuhannya berlangsung sampai umur 25 – 35 tahun, sedangkan usianya bisa mencapai 100 tahun. Tuatara hanya bisa ditemukan di beberapa kepulauan di panatai Selandia Baru. Pada malam hari tuatara mencari serangga, burung-burung, atau kadal, sedangkan pada siang hari tidur.
                   Gambar 1.5
6.      Aves
Burung adalah hewan berbulu yang mempunyai sayap sehingga bisa terbang. Kecepatan burung terbang bisa mencapai 160 km/jam. Namun tidak semua jenis burung bisa terbang, misalnya penguin dan burung unta. Penguin berenang dan burung unta berjalan dengan kakinya, sedangkan sayapnya  digunakan untuk menjaga keseimbangan.
A.     Struktur dan Fungsi Alat Tubuh
Struktur dan fungsi alat tubuh burung (aves) adalah sebagai berikut :
a.   Penutup tubuh
·        Struktur Bulu
Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya (Jasin, 1984).
Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:
ü      Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.
ü      Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.
ü       Plumae, Bulu yang sempurna.
ü       Barbae
ü       Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.
Susunan plumae terdiri dari :
ü      Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu.
ü      Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu.
ü      Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan.
ü      Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral dari rachis.

                                                        Gambar 1.6

Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior, sedangkan lubang pada ujung calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada saat menetas disebut neossoptile, sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile.
Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi:
ü      Tectrices, bulu yang menutupi badan.
ü      Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi.
ü      Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:
Ø      remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia.
Ø      Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.
Ø       Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku.
ü      Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.
ü      Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari (Jasin, 1984)
  1. Fungsi bulu
ü      Dapat mencegah hilangnya panas tubuh dengan menggoyang-goyangkan bulu mereka dalam cuaca dingin.
ü      Sementara, saat cuaca panas, burung mempertahankan kesejukan tubuh dengan melicinkan bulu-bulu mereka.
ü      Penutup tubuh.
ü      Bulu di bagian bawah dan bulu yang terletak di sepanjang sayap dan ekor memiliki bentuk yang berbeda. Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk mengemudi dan mengerem.
ü      Untuk memperindah tubuh.
ü      Plumae berfungsi agar dapat terbang.
ü      Plamulae berfungsi Sebagai isolator.
ü      Filoplumae Berfungsi sebagai sensor.
ü      Mengangkat tubuh burung di udara.
ü      Menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya.
ü       Untuk melindungi kulit dari serangga.
ü      Untuk menghangatkan telur pada saat mengerami.
B       Sistem Rangka
a.       Struktur rangka
Burung memiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang.Adaptasi tulang burung adalah sebagai berikut :
ü      Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi pada hewan mamalia.
ü      Burung memiliki sternum (tulang dada) yang pipih dan luas,berguna sebagai tempat pelekatan otot terbang yang luas.
ü      Tulang-tulang burung berongga dan ringan .Tulang-tulang tersebut sangat kuat karena memiliki struktur bersilang.
ü      Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit dibandingkan tulang-tulang pada tangan manusia.Hal ini berfungsi untuk mengurangi berat terutama ketika burung terbang.
ü      Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang padat,terutama ketika mengepakkan sayap pada saat terbang.
Burung juga memiliki tulang-tulang yang khas yang sesuai untuk terbang.Anggota depan berubah fungsi menjadi sayap.Tulang dan dada membesar dan memipih sebagai tempat melekatnya otot-otot dan sayap.Hal ini memungkinkan burung untuk terbang.
                               Gambar 1.7
b.      Fungsi Rangka
Berikut fungsi rangka pada burung perkutut :
ü      Tengkorak : Melindungi otak dan isi kepala
ü      Tulang leher : Untuk menghubungkan ke tempurung kepala.
ü      Tulang lengan : Untuk menggerakkan sayap.
ü      Tulang hasta : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lengan.
ü      Tulang pengumpil : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lengan.
ü      Korakoid : Penghubung tulang dada. 
ü      Tulang dada : Tempat melekatnya oto untuk terbang.
ü      Tulang rusuk : Tulang yang melindungi isi perut.
ü      Pelvis : Penghubung tulang ekor.
ü      Tulang ekor : Tulang penghubung dengan kloaka.
ü      Tulang kering : Penghubung tulang paha kebetis.
ü      Tulang paha : Untuk persendian.
C       Sistem Pencernaan Makanan
Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan kimiawi dan dipengaruhi oleh banyak faktor.Fungsi organ pencernaan pada burung :
ü      Paruh : Mengambil makanan.
ü      Kerongkongan : Saluran makanan menuju tembolok.
ü      Tembolok : Menyimpan makanan sementara.
ü      Lambung kelenjar : Mencerna makanan secara kimiawi.
ü      Lambung pengunyah : Menghancurkan makanan.
ü      Hati : Membantu mancerna makanan secara mekanis.
ü      Pankreas : Menghasilkan enzim.
ü      Usus halus : Tempat pencernaan sari makanan yang diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus.
ü      Usus besar : Saluran sisa makan ke rectum.
ü      Usus buntu : Memperluas daerah penyerapan sari makanan.
ü      Poros usus : Tempat penyimpan sisa makanan sementara.
ü      Koloaka : Muara 3 (tiga) saluran,yaitu :
Ø      Pencernaan usus.
Ø      Saluran uretra dari ginjal
Ø      Saluran kelamin
D      Sistem Pernapasan
Organ-organ Pernapasan pada Burung perkutut (Geopelia Striata) sama seperti halnya jenis burung (aves) pemakan biji-bijian pada umumnya.
                                                       Gambar 1.8
7.      Mamalia
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai tubuh yang tertutup oleh rambut dan memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap. Hewan menyusui berkembang biak dengan melahirkan anak, tetapi ada juga yang bertelur. Hewan betina memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi makanan kepada anaknya pada awal pertumbuhan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai sistem peredaran darah yang efisien dan tertutup, mempunyai satu jantung dengan dua bilik jantung. Hewan menyusui bernapas dengan paru-paru dan mempunyai sistem saraf. Tengkoraknya terpisah dari tulang belakang dan dihubungkan oleh tulang leher. Hewan menyusui (mamalia) merupakan bagian dari hewan bertulang belakang. Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia monotrema,  mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta.
Mamalia monotrema adalah hewan menyusui yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang.
Mamalia marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong. Kelompok hewan ini melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.
                   Gambar 1.9
Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya. Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah memiliki rambut di seluruh tubuhnya . Selain itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan menyusui banyak ragamnya, diantaranya:
Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan dengan kaki depan. Kelinci tidak berjalan tetapi meloncat.


                 Gambar 1.10

Simpanse bisa mencapai tinggi 1,75 m dan mempunyai tubuh pendek gemuk dan kuat. Lengannya lebih panjang dibandingkan dengan kakinya dan mempunyai ibu jari. Warna bulunya coklat ke hitam-hitaman, wajahnya lebih terang dengan bibir yang tebal. Simpanse menghabiskan waktunya dengan berjalan atau merangkak. Walau demikian simpanse juga pemanjat yang baik untuk mencari buah-buahan dan daun-daunan sebagai makanannya.
Lumba-lumba termasuk dari sub ordo ikan paus, terdiri dari 32 jenis. Merupakan hewan menyusui yang hidup di air dan bernapas dengan paru-paru. Lumba-lumba bisa berenang dengan sangat cepat untuk mencari makanannya berupa ikan  kecil yang ada di permukaan air.

B       HEMICHORDATA
Hemichordata, atau Acorn Worms adalah sebuah divisi dari kecil umumnya hewan kecil yang dulu dianggap sebagai bagian dari Chordata. Namun ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa tidak satupun dari mereka memiliki ekor posting dubur atau notochord dan mereka telah dialokasikan untuk sebuah divisi mereka sendiri.
Mereka semua binatang seperti cacing laut. Hanya ada sekitar 90 spesies yang diketahui semua yang benthik (hidup di dasar laut) dalam bentuk dewasa mereka. Spesies terkecil hanya beberapa milimeter panjang dan terbesar, Balanoglossus gigas dapat mencapai panjang 1,5 meter (4,7 kaki). Semua pakan spesies yang dikenal di partikel kecil dari bahan organik baik sebagai penyaring makanan sebagai pemakan substrat. Mereka memiliki distribusi yang luas dan dapat ditemukan di sebagian besar perairan dunia baik di perairan pantai yang dangkal dan di laut yang lebih dalam.
Rencana dasar tubuh ini tripartit (tiga bagian). Bagian pertama disebut "Protosome '. Ini adalah belalai diubah dan di banyak spesies yang bersifat jangka pendek, inilah spesies yang telah diberi nama umum hemichordates mereka 'Acorn Worms'. protosome ini diikuti dengan 'kerah' yang dikenakan tentakel di Pterobranchia tetapi tidak di Enteropneusta. Di balik ini adalah sebuah koper 'yang berisi organ pencernaan dan reproduksi. Filum ini dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Enteropneusta, Pterobranchia dan Planctospaeroidea. ketiga kelas berbagi beberapa atribut tetapi sangat berbeda dalam diri orang lain.
a.      Kelas Enteropneusta
Ini dikenal sebagai cacing acorn. Ada sekitar 70 spesies, dan biasanya kurang dari 2,5 cm, meskipun beberapa yang lebih besar, lihat kowalevskii benar horsti. Mereka seperti cacing dan ditutupi dengan lendir belalai berbulu mata panjang yang digunakan dalam pengumpulan makanan dan menggali. Dua baris berlari menuruni faring celah bagasi, tetapi tidak memiliki insang terpasang. Beberapa pernapasan dan pertukaran gas tidak terjadi melalui celah-celah, tetapi juga terjadi di seluruh permukaan tubuh. Mereka tidak lophophore. Mereka adalah penggerak lesu dan hidup di bawah batu atau di liang di lumpur atau pasir, biasanya di zona intertidal. Reproduksi bersifat seksual dan aseksual (fragmentasi), dan pembuahan eksternal.  Horsti kowalevskii, di sebelah kanan, biasa terjadi di pantai-pantai Atlantik dari Eropa dan Amerika Utara.
b.      Kelas Pterobranchia
Hewan-hewan hidup dalam tabung 1-7 mm panjang, dan sepuluh spesies telah diuraikan sejauh ini. tabung ini melekat pada substrat dengan tangkai (lihat kiri). Beberapa tinggal kolonial. kerah mereka memiliki lophophore dari 1-9 berbulu mata, tangan mengeluarkan lendir yang digunakan dalam mengumpulkan makanan. Beberapa spesies memiliki sepasang celah faring; spesies lainnya tidak memilikinya. usus mereka adalah berbentuk U dengan anus dekat mulut. Rhabdopleura sp. (Lihat satu orang di sebelah kiri) koloni bentuk dalam tabung terhubung. Ini memiliki dua lengan dengan alur makanan dan tentakel bercabang dari kerah. Reproduksi adalah dengan pemula.
c.       Kelas Planctospaeroidea
Grup ini hanya diketahui dari bentuk larva yang mirip dengan Enteropneusts, namun jauh lebih besar - hingga 2,2 cm diameter.
Ø      Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan adalah melalui usus berakhir di anus terminal. Di balik mulut adalah rongga mulut yang mengarah ke dalam faring yang memiliki celah insang. Insang ini diyakini akan digunakan terutama untuk membantu pertukaran gas (respirasi). The Pharynx mengarah ke kerongkongan yang pada gilirannya akan mengarah ke usus yang merupakan situs utama pencernaan. usus yang akhirnya mengarah ke anus.
Ø      Sistem peredaran darah
Gas pertukaran terjadi selama seluruh tubuh serta dalam celah faring. Darah tidak berwarna dan tidak memiliki pigmen pernapasan. Hal ini terpaksa melalui beberapa pembuluh binatang oleh detak jantung otot yang memaksa darah melalui sinus pusat. Jantung mengkonstriksi sinus, tetapi darah tidak benar-benar masuk ke dalam hati sehingga tidak hati dalam arti ketat. Darah melewati dua pembuluh darah longitudinal dan serangkaian sinus.
Ø      Sistem Saraf
Sistem saraf berasal dari sub-epidermal bersih dan menebal di wilayah pertengahan dorsal belalai dan daerah pertengahan ventral batang ke tali saraf hampa. Di leher mereka adalah serat saraf raksasa, tetapi fungsi mereka kurang dipahami dan hewan itu dapat bertahan hidup layak baik tanpa mereka.
Ø      Sistem Reproduksi
Reproduksi dapat terjadi sebagai akibat fragmentasi tubuh orang dewasa, tetapi biasanya melibatkan dua jenis kelamin dan pemupukan telur. Kedua jenis kelamin memiliki banyak gonad dan pembuahan eksternal. Betina mengusir kelompok telur ke permukaan substrat dari dalam lubang mereka (2.000 sampai 3.000 telur pada satu waktu). Pada laki-laki yang juga mengeluarkan mani ke dalam air, sperma yang berenang dan mencari telur yang diyakini, mereka mendeteksi secara kimia. Telur yang dibuahi berkembang menjadi tornaria 'larva sebuah' dan hidup sebagai bagian dari plankton (mengambang di laut) selama beberapa minggu sampai mengalami metamorfosis ke dalam 3 bagian tubuh yang dewasa memiliki dan tenggelam ke lantai-laut.

Read More...

hardware komputer

HARDWARE KOMPUTER
Komponen computer termasuk dalam kategori elemen perangkat keras (hardware). Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi:
1.        input device (unit masukan)
2.      process device (unit pemrosesan)
3.      output device (unit keluaran)
4.      backing strorage (unit penyimpanan)
5.      periferal (unit tambahan)
a.Keyboard
Keyboard merupakan unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data dengan komputer
gambar-211.jpg
b. mouse
Mouse adalah salah unit masukan (input device). Fungsi alat ini adalah untuk perpindahan pointer atau kursor secara cepat. Selain itu, dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan keyboard.
mouse
c.Touchpad
Unit masukkan ini biasanya dapat kita temukan pada laptop dan notebook, yaitu dengan menggunakan sentuhan jari.
 gambar-213a.jpggambar-213b.jpggambar-213c.jpg
            Touchpad                          Track ball                            Pointing stick

g. Light Pen
 Light pen adalah pointer elektronik yang digunakan untuk modifikasi dan men-design gambar dengan screen (monitor).
gambar-214.jpg
h.Joy Stick dan Games Paddle
Alat ini biasa digunakan pada permainan (games) komputer.
gambar-215.jpg
.i. Barcode
Barcode termasuk dalam unit masukan (input device).
gambar-217.jpg
j. Scanner
Scanner adalah sebuah alat yang dapat berfungsi untuk meng-copy atau menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan ke dalam memori komputer.
gambar-218.jpg
k. Kamera Digital
Perkembangan teknologi telah begitu canggih sehingga komputer mampu menerima input dari kamera.
gambar-219.jpg
.l. Mikropon dan Headphone
Unit masukan ini berfungsi untuk merekam atau memasukkan suara yang akan disimpan dalam memori komputer atau untuk mendengarkan suara.
gambar-220.jpg
m. Graphics Pads
Teknologi Computer Aided Design (CAD) dapat membuat rancangan bangunan, rumah, mesin mobil, dan pesawat dengan menggunakan Graphics Pads.
gambar-221.jpg












Read More...

algal bloom and red tide


RED TIDE
Sebuah gelombang merah adalah jenis laut alga mekar yang dicirikan dengan nada merah di dalam air. Beberapa alga yang terlibat dalam gelombang merah berbahaya bagi ikan, dan dapat menyebabkan ikan mati. Beberapa spesies juga berbahaya bagi manusia, dan dapat menyebabkan gejala mulai dari ketidaknyamanan untuk penyakit serius. Kebanyakan negara mengawasi pada lingkungan laut mereka sehingga mereka dapat memberitahu warga saat air tidak aman karena pasang merah.
Sebuah pasang warna merah alami yang terjadi ketika marak ganggang, atau tumbuh sangat cepat dan terakumulasi menjadi massa yang besar. Sementara ini massa alga tidak berbahaya dalam banyak kasus, dapat terlihat mengejutkan karena fitoplankton tertentu dalam mekar ganggang merah, dan dapat menyebabkan air untuk mengubah warna. Dalam kasus lain, pasang merah berbahaya karena organisme seperti pelabuhan tamarense Alexandrium dan norvegica Dinophysis, yang dapat melepaskan racun ketika mereka dikonsumsi. Ahli biologi tes air untuk menentukan apakah atau tidak pasang merah berbahaya.
Sebagaimana telah kita lihat, air pasang merah sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pasang surut sama sekali.. Selain itu, Ganggang marak bisa berbahaya tanpa merah. Oleh karena itu, banyak ahli biologi lebih memilih mekar "istilah alga berbahaya," yang mereka merasa lebih tepat. Karena istilah "pasang merah" yang umumnya dipahami dan diterima, sebagian besar organisasi yang memusatkan perhatian untuk mendapatkan informasi tentang kondisi laut untuk konsumen terus menggunakannya.
           Selama air pasang merah, ganggang beracun dapat meracuni ikan, menyebabkan tubuh untuk mencuci di pantai. Hal ini sering digunakan sebagai indikator oleh para ahli biologi yang mempelajari mekar alga berbahaya. Racun yang membunuh ikan biasanya tidak berbahaya bagi manusia. Kerang, bagaimanapun, dapat menumpuk racun yang sangat berbahaya bagi orang, dan dapat menyebabkan kondisi seperti keracunan kerang paralitik , yang dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani. Jenis lain dari keracunan kerang yang tidak biasa dan gejala mulai dari diare kerusakan saraf.
Racun tidak dapat dihilangkan dari kerang melalui memasak, membekukan, atau metode lainnya. Ini berarti bahwa panen kerang saat pasang merah tidak aman untuk dimakan. Ikan dari suatu daerah dengan Ganggang marak berbahaya juga tidak boleh dikonsumsi, karena kemungkinan bahwa mereka mungkin pelabuhan racun berbahaya. Untuk alasan ini, sangat disarankan bahwa orang-orang mengumpulkan makanan laut memeriksa sendiri kondisi laut yang berlaku sebelum pergi keluar, dan membuang makanan laut yang tidak aman.




ALGAL BLOOMS
ü      Latar Belakang
Ganggang Blooms (HABs) telah semakin menjadi perhatian nasional karena merugikan mereka mempengaruhi pada kesehatan manusia dan organisme laut, serta kesehatan "" dari ekonomi lokal dan regional. Bunga di HABs berasal dari meningkatnya kesadaran masyarakat dampak negatif terhadap sumber daya laut, seperti strandings dan kematian mamalia laut, burung, dan kura-kura laut. Selain itu, para ilmuwan telah menentukan bahwa ada lebih beracun jenis ganggang, racun alga, dipengaruhi sumber daya perikanan, makanan-web gangguan, dan kerugian ekonomi dari ganggang berbahaya daripada sebelumnya (Anderson et al. 1993). Ada referensi tertulis dari spesies beracun datang kembali ke kali Alkitab. Bahkan, dinoflagellates dan cyanobacteria telah ditemukan dalam catatan fosil selama jutaan tahun. Memahami ekologi dan oseanografi spesies ini, dan bagaimana mereka mempengaruhi organisme lain, termasuk orang-orang, terus menjadi tantangan bagi para peneliti. bagaimana racun ini biasanya terjadi? Bagaimana kita bisa melacak keberadaan racun-racun berbahaya untuk mencegah kesehatan, ekonomi, dan kerugian sumber daya laut? Mari kita cari tahu!
ü      Apakah Pemekaran Ganggang Berbahaya?
HABs adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proliferasi, atau "mekar," dari ganggang laut bersel-tunggal yang disebut fitoplankton. Sebagian besar spesies algae atau fitoplankton tidak berbahaya dan berfungsi sebagai produsen energi di dasar web makanan. Walaupun ada ribuan jenis alga yang ada, hanya beberapa lusin diketahui beracun. Beberapa spesies beracun ini menghasilkan neurotoksin yang potensial yang dapat ditransfer melalui web makanan di mana mereka mempengaruhi dan bahkan membunuh bentuk kehidupan yang lebih tinggi seperti zooplankton, kerang, ikan, burung, mamalia laut, dan bahkan manusia yang pakan baik secara langsung maupun tidak langsung pada mereka .

ü      Jenis Pemekaran Ganggang yang Berbahaya
Ini merupakan tantangan untuk menentukan mekar alga berbahaya dan menjadi ciri spesies yang menyebabkan mereka. Semua HABs pernah disebut sebagai "pasang merah" karena warna ditanamkan oleh ganggang tersuspensi dalam air, tapi deskripsi ini telah menjadi keliru karena tidak semua HABs merah. Warna yang disampaikan melalui konsentrasi seluler pigmen seperti klorofil atau lebih rendah pigmen kelimpahan. HABs yang menyebabkan air merah atau "pasang merah" termasuk dinoflagellates spp Alexandrium., Brevis Karenia, dan spp Noctiluca. Beberapa mungkin HABs cokelat, kuning, atau hijau, dan beberapa mungkin tidak menghitamkan air sama sekali. Contoh HABs yang dapat segera terkait dengan perubahan warna air cokelat atau "pasang cokelat" adalah spesies Aureococcus dan Aureoumbra yang mengubah laguna pesisir coklat coklat gelap. Namun, warna tidak terlihat pada spesies berbahaya lainnya, seperti bebas dinoflagellata Pfiesteria klorofil-piscicida dan spesies Dinophysis. Kedua Pfiesteria dan Dinophysis menyampaikan toksisitas juga di kepadatan sangat rendah, umumnya kurang dari 1.000 sel per liter (Burkholder dan Glasgow 1997, Smayda 1997).
ü      Penyebab Pemekaran Ganggang Berbahaya
Perluasan HABs di AS sejak tahun 1972 menunjukkan skala masalah sekarang dibandingkan dengan 25 tahun lalu telah meningkat secara signifikan. Kehadiran mereka dan kegigihan merupakan yang signifikan dan memperluas ancaman bagi kesehatan manusia dan sumber daya kelautan di seluruh bangsa (Anderson et al). 1993. Jumlah dan keanekaragaman melaporkan insiden HAB sekarang termasuk hampir semua pesisir negara bagian Amerika Serikat. Mengapa demikian?
Beberapa kemungkinan harus dipertimbangkan:
  • Tanaman
  • Fisik relokasi
  • Polusi
  • Suhu dan nutrisi
Kebanyakan ganggang berbahaya disebabkan oleh tanaman yang membentuk dasar dari rantai makanan. Ini termasuk kedua jenis ganggang mikroskopis, disebut ilmiah fitoplankton. HABs lainnya disebabkan oleh akumulasi nonchlorophyll yang mengandung sel-sel yang mirip dalam bentuk dengan alga mikroskopis. Pemekaran terjadi bila alga yang meningkat dengan cepat dalam jumlah sejauh itu mendominasi plankton lokal atau komunitas bentik. kelimpahan tinggi seperti ini dapat hasil dari pertumbuhan eksplosif, disebabkan, misalnya, oleh respon metabolik untuk stimulus tertentu seperti nutrisi atau kondisi lingkungan seperti perubahan suhu air, atau dari konsentrasi fisik suatu spesies di daerah tertentu karena lokal pola sirkulasi air.
Berbahaya mekar juga hasil dari relokasi fisik akibat proses transportasi laut bahwa populasi alga lepas pantai ke daerah perairan pantai. Misalnya, bunga-bunga terbesar diamati, orang-orang Trichodesmium di laut terbuka, terjadi jauh dari pesisir input (Sellner 1992, 1997). Di Laut Baltik, musim panas pemekaran ari Nodularia dan Aphanizomenon telah terjadi sejak akhir abad lalu, mungkin karena peristiwa upwelling dari meteorologi, atau dari peristiwa pencampuran diinduksi oleh arus masuk Laut Utara (Sellner 1992, 1997, Kononen dan Nommann 1992). Organisme yang bertanggung jawab untuk keracunan kerang diare, Dinophysis spp., Sering menyapu ke pantai teluk dan mulut sungai melalui angin-induced upwelling (Pazos et al. 1995).
Pemekaran dari tamarense Alexandrium, bertanggung jawab atas keracunan kerang paralitik (PSP) pada orang, sering dimulai ketika sel diangkut ke Teluk Maine dari provinsi-provinsi timur Kanada, dan kemudian lebih jauh ke selatan ke Massachusetts Bay (Anderson 1997). Pemekaran brevis Karenia, bertanggung jawab atas keracunan kerang neurotoksik, terjadi ketika sel-sel dari kecil, populasi di lepas pantai Teluk Meksiko terbuka bergerak ke rak Florida barat dan ke perairan pantai yang berbatasan dengan negara-negara lain Teluk Meksiko, dan bahkan ke North Carolina muara (Tester dan Steidinger 1997, Dortch et al). 1998. Pengiriman ini konsisten HABs banyak dari lepas pantai ke daerah perairan pantai menghasilkan infus berkala HABs berpotensi berbahaya ke sebagian besar wilayah pesisir lautan dunia, bahkan mereka yang independen terhadap tindakan manusia di pantai atau kegiatan DAS pesisir. Akibatnya, upaya untuk mencegah peristiwa HAB agak tidak praktis, karena orang tidak dapat mengendalikan sirkulasi samudera umum atau bahkan arus pesisir lokal.
Banyak orang pertama berpikir bahwa polusi atau kegiatan manusia lainnya menyebabkan HABs. Pada pemeriksaan dekat, namun banyak dari "baru" atau diperluas masalah HAB di Amerika Serikat terjadi di perairan di mana polusi bukan merupakan faktor yang jelas. Organisme yang bertanggung jawab untuk HABs telah di bumi untuk waktu yang lama, mekar peristiwa baru sehingga hanya dapat mencerminkan metode deteksi yang lebih baik dan lebih pengamat daripada pengenalan spesies baru atau peristiwa penyebaran. Mereka perairan pesisir telah melihat peningkatan polusi selama bertahun-tahun, namun pengenalan aktual dan kolonisasi dari spesies adalah hasil dari arus alam dan faktor lingkungan, termasuk badai yang terjadi segera sebelum ke mekar 1972. Ini mungkin yang mekar selanjutnya spesies ini ditingkatkan oleh polusi, tetapi hal ini belum ditunjukkan. Beberapa percaya bahwa manusia mungkin menyebabkan masalah transportasi penyebaran oleh spesies beracun dalam air ballast kapal, tetapi ini juga masih merupakan hipotesis belum terbukti di Amerika Serikat sehubungan dengan HAB spesies. Faktor lain penyebab adalah telah secara dramatis meningkatkan akuakultur kegiatan kita itu, dan ini mengakibatkan peningkatan pemantauan kualitas produk dan keamanan, mengungkapkan alga beracun adat yang mungkin selalu ada.
Keterkaitan polusi tidak boleh diabaikan, tetapi, sebagai peningkatan input hara ke perairan pesisir kita lakukan merangsang populasi dan makroskopik alga mikroskopis dengan pemupukan ke dalam proporsi mekar. Spesies berbahaya atau beracun sehingga akan lebih banyak dan lebih terlihat. Beberapa ilmuwan bahkan berpendapat bahwa nutrisi yang manusia pasokan ke perairan pesisir disampaikan dalam proporsi yang berbeda dari orang-orang yang secara alamiah terjadi, seperti yang kita kemudian merubah komposisi jenis alga dengan mendukung kelompok-kelompok tertentu yang lebih baik diadaptasi untuk memasok gizi rasio kita. Salah satu contoh di mana masukan gizi dikaitkan dengan mekar berbahaya adalah dengan penyergapan Pfiesteria predator dinoflagellata. Itu dan banyak organisme terkait erat membunuh ikan-spesies, tampaknya berkembang di perairan tercemar.
Suhu dan nutrisi memainkan peranan dalam peristiwa HAB, tetapi sifat yang tepat dari peran yang tidak jelas. Pada tahun 1997, pantai barat Amerika Serikat mengalami lebih hangat daripada suhu permukaan laut normal. Selama musim panas dan musim gugur 1997, suhu air di Pasifik timur lebih hangat dari biasanya. Pada tahun 1998, sebuah transisi dari El Nino ke La Niña (atau lebih dingin dari air biasa) terjadi di sepanjang khatulistiwa. Selama musim panas 1998, sebuah mekar besar Pseudo-nitzschia diamati lepas pantai dari California. Racun yang dihasilkan oleh diatom ini bertanggung jawab atas kematian berbagai mamalia laut. Apakah ada hubungan antara catatan El Niño tahun 1997 dan pendinginan berikutnya (La Niña), tidak diketahui saat ini. Bahwa mungkin ada hubungan dengan proses-proses kelautan skala besar dan kegiatan HAB tidak masuk akal karena diketahui bahwa hangat / dingin perairan Samudera Pasifik memiliki efek mendalam pada cuaca di sepanjang pantai barat Amerika Utara.
ü      Kemungkinan Penyebab Kenaikan Pemekaran Ganggang Berbahaya
Frekuensi, durasi, dan intensitas ganggang terkait dengan sejumlah biologi, kimia, dan faktor fisik, meski, banyak dari hubungan yang kompleks belum diidentifikasi. Empat alasan yang mungkin telah maju untuk meningkatkan dan memperluas frekuensi kejadian HABs geografis. adalah perbaikan metode deteksi dan upaya pemantauan yang lebih besar. Ini meningkatkan kemungkinan bahwa spesies HAB akan dicatat. Kedua adalah pengenalan spesies eksotik melalui pertukaran air ballast atau praktek akuakultur (Hallegraeff 1993). Kemungkinan ketiga adalah hasil yang mekar ketika grazers gagal untuk mengontrol alga 'spesies pertumbuhan (Smayda 1990). Keempat, mekar dapat hasil dari perubahan iklim, serta kegiatan manusia, seperti polusi meningkat dan masukan gizi, degradasi habitat termasuk pengerukan, sumber daya panen, dan peraturan arus air. Semua alasan ini adalah penjelasan yang mungkin untuk meningkatkan HABs, dan satu atau kombinasi dari mereka mungkin berlaku untuk suatu spesies tertentu.
ü      Kesehatan Manusia dan Lingkungan Efek dari Pemekaran Ganggang Berbahaya
Dampak merugikan dari mekar alga berbahaya dapat berkisar dari sel dan kerusakan jaringan kematian organisme, dan dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme, termasuk produksi racun, pemangsaan, iritasi partikel, disebabkan kelaparan, dan kondisi anoksik lokal. Akibatnya, mekar mungkin mempengaruhi banyak organisme hidup dari ekosistem pesisir, dari zooplankton untuk larva ikan kepada orang-orang.
Hanya beberapa spesies HAB benar-benar menghasilkan racun yang beracun bagi manusia dan hewan laut. Yang paling terkenal HAB racun yang generik disebut sebagai:
  • Ciguatera ikan keracunan (CFP)
  • neurotoksik keracunan kerang NSP)
  • keracunan paralitik kerang (PSP)
  • diare keracunan kerang (DSP)
  • amnesic keracunan kerang (ASP)
Pfiesteria piscicida racun yang menghasilkan dua dampak ikan dan manusia. Cyanobacteria menghasilkan racun yang sama. Gejala terkena racun ini termasuk pencernaan, saraf, kardiovaskuler, dan gejala hepatological. Istilah "ikan" dan "kerang" berhubungan dengan penyakit karena racun berkonsentrasi pada ikan dan kerang yang menelan alga berbahaya; orang dan mamalia laut dapat diracuni ketika mereka mengkonsumsi makanan laut yang terkena dampak.
ü      Konsekuensi Ekonomi Pemekaran Ganggang Berbahaya
Perluasan ganggang berbahaya selama 25 tahun terakhir bertanggung jawab atas kerugian ekonomi yang mendekati $ 100.000.000 per tahun (Turgeon et al. 1998). Setelah wabah, tidak hanya masalah kesehatan menjadi perhatian utama, tetapi banyak industri juga terpengaruh. Penutup tempat tidur kerang, kehilangan produksi perikanan, penurunan berat pada lokal / regional dan asosiasi pariwisata industri jasa, penyakit umum, perawatan medis dan hasil advisories hilangnya jutaan dolar per wabah. Wabah biasanya efek penurunan terkait bisnis perikanan, peningkatan tarif asuransi, peningkatan pengangguran dan kebangkrutan, dan peningkatan penjualan eceran untuk segala jenis makanan laut. Pada saat yang sama, sumber daya publik akan dialihkan ke program-program pemantauan.
Dan kerugian tidak langsung langsung dikaitkan dengan peristiwa yang mengejutkan HAB ke daerah-daerah lokal di mana mereka terjadi. Sebuah wabah keracunan kerang tunggal kelumpuhan di Timur Laut diperkirakan biaya $ 6 juta (Shumway 1988). 4 bulan merah pasang-6 di North Carolina selama 1987-1988 diperkirakan memiliki biaya masyarakat $ 25 juta (Tester dan Fowler 1990). Pecahnya 1991 asam domoic / keracunan kerang amnesic di Washington memiliki dampak negatif pada seluruh masyarakat, dari industri pariwisata perikanan tidak terpengaruh (tiram), dengan kerugian diperkirakan antara $ 15 dan $ 20 juta. Di North Carolina, wabah baru-baru ini Pfiesteria piscicida dan-seperti dinoflagellates Pfiesteria pada tahun 1995 dan 1996 telah mengakibatkan kematian jutaan ikan, termasuk menhaden komersial, karena infeksi sekunder dan / atau racun (Burkholder dan Glasgow 1997). Selain itu, wabah baru-baru ini Pfiesteria atau-seperti organisme Pfiesteria di Teluk Chesapeake menghasilkan kemarahan publik, sekitar $ 43.000.000 rugi untuk industri makanan laut, dan beberapa insiden penyakit pada orang (Sieling dan Lipton 1998).
Bahkan mekar alga berbahaya beracun dapat memiliki pengaruh yang sangat buruk pada komunitas alami. Di South Florida, bunga-bunga dari makroalga adalah bagian besar ekosistem terumbu karang dan padang lamun (Lapointe 1997). Selain menjadi salah satu dan beragam ekosistem laut yang paling produktif, terumbu karang merupakan komponen vital dari perekonomian Florida Selatan, menarik ribuan pengunjung setiap tahun. tempat tidur Lamun adalah habitat penting untuk pembibitan udang merah muda, lobster berduri, dan finfish. Penumbuhan yang terlalu cepat Lanjutan dari ganggang bisa mengeliminasi pengungsi dari keanekaragaman hayati dan menyebabkan kerugian ekonomi yang parah untuk rekreasi dan industri pariwisata. Di Long Island, pasang cokelat sangat berdampak pada industri kerang teluk (Nuzzi dan Perairan 1989) dengan permanen runtuh dan kerugian dari $ 2 juta per industri tahun. Di Washington, mekar akashiwo Heterosigma telah menyebabkan kerugian sebesar $ 4 sampai $ 5 juta per tahun untuk pemanen dari dan menulis (ikan Horner et al liar). 1997. Akhirnya, di daerah yang sama, kerugian ekonomi akibat mekar dari Chaetoceros, yang terutama mempengaruhi perikanan ditulis, diperkirakan mengakibatkan kerugian sekitar $ 500.000 per episode (Rensel 1993a).

  • Karakteristik Daerah HAB
Ganggang Berbahaya terjadi di semua daerah pesisir Amerika Serikat. Meskipun banyak spesies ganggang yang sama muncul di berbagai daerah, kondisi mekar tidak selalu sama, mereka juga tidak sepenuhnya dipahami. Sedangkan spesies yang sama jenis yang sama menyebabkan masalah HAB di berbagai daerah, mereka dapat mempengaruhi organisme yang berbeda.
Alexandrium tamarense, bertanggung jawab untuk wabah tahunan yang keracunan kerang paralitik. Alexandrium sel entrained dalam dua arus pantai di wilayah ini. Dari Timur Laut melalui daerah Mid-Atlantic, khususnya dalam sistem lagoonal timur Pulau Panjang, New Jersey, Delaware, dan Maryland, pasang cokelat merupakan masalah HAB berulang. Dampak termasuk hilangnya vegetasi terendam air dan runtuhnya beberapa shellfisheries, seperti kerang dari teluk timur Long Island. Wabah terjadi dari akhir musim semi awal musim panas dan terakhir dari satu sampai empat bulan. Kelompok lain HAB umum ke daerah Mid-Atlantik adalah Pfiesteria piscicida dan tampak sel-sama dikenal sebagai organisme kompleks Pfiesteria. Di banyak lingkungan, piscicida dan kompleks organisme-co-P telah terjadi dengan tingginya jumlah ikan dengan lesi epidermis, yang, dari waktu ke waktu, dapat menyebabkan kematian akibat infeksi sekunder. Kombinasi racun mungkin bertanggung jawab untuk ikan baru-baru ini membunuh dalam beberapa sistem Maryland Shore Timur dan di pesisir North Carolina.
Southeastern negara mengalami masalah yang sama dengan Pfiesteria mekar seperti yang di Mid-Atlantik. Pada tahun 1995 1996, dan kematian ribuan, dan dalam insiden tunggal, jutaan, ikan dari perairan pesisir Carolina Utara dihubungkan dengan Pfiesteria atau-seperti spesies Pfiesteria (Burkholder dan Glasgow 1997). HAB lain yang berdampak pada negara-negara tenggara adalah bevis Karenia, yang memproduksi toksin yang bertanggung jawab atas keracunan kerang neurotoksik (NSP). Mekar biasanya musiman, dimulai pada akhir musim panas ke awal musim gugur dan berlangsung sekitar tiga sampai empat bulan. Mereka tampaknya berasal dari lepas pantai Teluk Meksiko populasi, untuk meningkatkan atas rak Florida barat, dan kemudian dapat diangkut ke Teluk Atlantik Selatan melalui Loop Current dan Gulf Stream (Tester dan Steidinger 1997).
Di Teluk Meksiko, HAB utama masalah adalah pasang surut coklat dan wabah NSP disebabkan oleh K. brevis. Dalam sistem Laguna Madre Texas, sebuah mekar padat dari spesies pasang cokelat Aureoumbra lagunensis berlangsung selama lebih dari tujuh tahun setelah munculnya pada tahun 1990 (Buskey et al). 1997. mekar dapat dihasilkan dari peristiwa cuaca yang luar biasa selama subfreezing menyebabkan suhu membunuh ikan besar, yang pada gilirannya, memberikan sebuah pulsa nutrisi ke perairan lagoonal hypersaline.
Di Pantai Pasifik, keracunan paralitik kerang (PSP), keracunan amnesic kerang (ASP), dan kematian finfish dari mekar dari Heterosigma dan spesies Chaetoceros adalah masalah utama HAB. Wabah PSP yang berulang, meskipun dinamika mekar tidak dipahami dengan baik. Pada akhir Mei sampai Juni 1998, dari 50 kematian singa laut lebih, dan penyakit dalam beberapa singa laut, burung, dan berang-berang laut, dihubungkan dengan domoic-asam keracunan yang disebabkan oleh P. mekar dari diatom. australis lepas pantai California dekat Santa Cruz (Scholin et al). Selanjutnya, para ilmuwan menyelidiki dari pemerintah, universitas, dan laboratorium terdeteksi federal tingkat tinggi asam domoic di sarden dan ikan, yang makanan umum singa laut (Scholin et al. Di review). Lesi bagian hippocampus otak, karakteristik-asam eksposur domoic pada mamalia, juga diamati pada beberapa hewan mati.
Di lepas pantai Washington, sedikit yang diketahui tentang dinamika mekar untuk spesies HAB, tapi bagian pantai harus ditutup untuk kerang panen pada dasar sepanjang tahun. Misa kematian ikan menulis telah direkam di fjords daerah, karena Heterosigma menyalahi dan dua spesies diatom dari Chaetoceros. Di Alaska, mekar berulang yang memproduksi Alexandrium spesies-PSP selama hampir setiap bulan telah menghilangkan pengembangan shellfishery apapun, dan telah menyebabkan kematian beberapa orang pribumi.
Ikan keracunan Ciguatera merupakan masalah utama di daerah tropis, dan mungkin yang dihasilkan HAB-masalah yang paling luas di dunia. Disebabkan oleh dinoflagellates bentik, toksisitas hasil dari bioakumulasi dari toksin dalam rantai makanan. Contohnya dapat dilihat dalam dinoflagellata toxicus Gamberdiscus benthik makroalga. herbivora ikan bahwa makan yang dimakan oleh ikan yang lebih besar dan seterusnya, sampai racun terakumulasi di jaringan dari-predator spesies atas yang sering kali makanan utama penduduk pulau setempat.
ü      Studi Kasus-Karenia brevis
K. brevis Karenia, sebelumnya Gymnodinium breve, adalah umum di Gulf Coast. brevis adalah dinoflagellata laut bertanggung jawab untuk mekar luas, biasa disebut "pasang merah", yang menghasilkan racun kuat, brevetoxins disebut. racun ini menyebabkan keracunan kerang neurotoksik pada orang dan bertanggung jawab atas pembunuhan jutaan ikan dan organisme laut lainnya selama berabad-abad. Mekar ini telah tercatat sejak eksplorasi Spanyol abad ke-16 terlambat, dan telah dilaporkan di 23 dari 24 tahun terakhir. wabah berulang telah ditandai pantai barat dan pantai Florida Texas.
Kedua Texas dan Florida telah mengalami pasang merah yang luas yang memiliki dampak buruk terhadap memancing, kualitas garis pantai, dan ekonomi lokal. Di Tampa Bay selatan, menewaskan lebih dari 150 manate pada tahun 1996, dan lain menewaskan lebih dari 21 juta ikan di sepanjang pantai Texas pada tahun 1997-1998. Beberapa peristiwa tunggal telah diperkirakan biaya $ 20 juta pada pendapatan yang hilang. Orang bisa menjadi sakit setelah makan kerang terpengaruh, tetapi lebih umum, gangguan pernapasan terjadi pada orang yang terancam, seperti warga yang lebih tua dan penderita asma, yang telah menghirup racun sedangkan di atau dekat air.
Kepadatan sel tinggi ini menghitamkan permukaan air beracun dinoflagellata dengan warna merah khas, menghasilkan apa yang telah banyak disebut sebagai "pasang merah." Namun, sebelum benar-benar melihat merah pasang "," pantai-goers mungkin mengalami masalah pernapasan akibat dirilis racun yang memancarkan sebagai aerosol. Aerosol beracun dapat mempengaruhi manusia pada konsentrasi yang lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mata manusia untuk benar-benar melihat perubahan warna dalam air. brevis menghasilkan brevetoxin, yang mematikan pada ikan dan hasil ikan besar yang membunuh mencuci dan membusuk di pantai setempat. Ikan membunuh bisa terjadi sebelum air tampak berubah warna, pada konsentrasi ~ 0.500.000 sel per liter. Paparan terhadap brevetoxin juga dapat menyebabkan kematian mamalia laut. Sebagai contoh, lebih dari 150 manate tewas di selatan Tampa Bay pada tahun 1996.
Dalam wilayah Teluk Meksiko, mekar ini dianggap sebagai fenomena alam. Inisiasi Bloom, transportasi, dan retensi semua sangat dipengaruhi oleh tingkat penetrasi utara dari, lepas pantai searah jarum jam saat ini dikenal sebagai Lancar Loop. Mekar mungkin berasal di sekitar front disebabkan oleh aliran Loop Current sepanjang barat daya Florida rak luar, sekitar 40-80 mil lepas pantai (Marine Lebih Laboratorium 1998 on-line, Tester dan Steidinger 1997). Hasil ini dapat berbunga baik secara fisik dan menghancurkan ekonomi daerah. Pada bulan April 1963, sebuah mekar yang terjadi dari Tampa Bay ke Marco Island mengakibatkan kematian lebih dari 150 ton ikan, termasuk pound kerapu 700 (Marine Lebih Lab 1998 on-line). Insiden ini dan lain-lain seperti mereka memiliki dampak yang parah pada beberapa industri, termasuk perikanan (ikan dan kerang) dan pariwisata. Mekar juga dipengaruhi beberapa jenis satwa liar, termasuk manate dan burung. Selain mekar 1996 yang menewaskan manate, sebuah mekar di daerah Sungai Caloosahatchee dari Florida pada tahun 1982 mengakibatkan kematian 39 manate (Landsberg dan Steidinger 1998), yang menggambarkan dampak serius bahwa peristiwa-peristiwa alam berulang dapat memiliki pada spesies langka.
Ada Florida kuat masyarakat kesadaran dan komitmen untuk mengurangi dampak dari kegiatan tahunan ini hampir di pantai barat. Para peneliti dari akademik,, negara federal, dan organisasi lokal, serta industri dan kelompok masyarakat, semua pekerjaan untuk memantau dan mengurangi dampak potensi ganggang berbahaya.
ü      Deteksi HABs
Deteksi terjadi peristiwa HAB menggunakan penginderaan jauh dan uji lapangan dengan menggunakan tanah-upaya untuk meningkatkan pemantauan dan meningkatkan metode deteksi. Citra Satelit Ocean Color Peta dikompilasi oleh NOAA / NESDIS dari Pesisir Color Scanner dan saat ini SeaWIFS satelit membantu dalam identifikasi ini mekar dengan mendeteksi tingkat klorofil. Ini citra satelit saat ini sedang diuji dalam tahap percobaan untuk memberikan informasi penting untuk mengurangi dampak finansial ini melemahkan dan mengancam kehidupan peristiwa potensial. Penggunaan warna laut citra satelit, dengan kemampuannya untuk mengulang asuransi, menawarkan potensi untuk mendeteksi dan memantau peristiwa-peristiwa biologis pada skala spasial dan temporal yang sesuai. Namun, harus dicatat bahwa peta-peta tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati karena penggunaan dan analisis data masih percobaan.
Uji lapangan dengan menggunakan metode sampling pelayaran melalui penelitian, telah memungkinkan para ilmuwan untuk grafik perkembangan sebuah mekar. Pengamatan ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan peramalan untuk pengangkutan mekar lepas pantai ke daerah pesisir (NOAA Pusat Layanan Pesisir 1998). Dengan informasi ini, masyarakat pesisir akan dapat secara proaktif membatasi potensi dampak pendaratan ini beracun dan populasi ikan terkait membunuh yang didepositkan di pantai rekreasi. Menggunakan kapal pesiar reguler untuk pemantauan dan pengambilan sampel, para ilmuwan mencoba untuk memahami kimia lingkungan,, dan faktor fisik yang memicu akumulasi dari spesies beracun, serta faktor-faktor yang menyebabkan keracunan mereka.
Read More...